Istri 2, Selingkuhan 3, Masih Juga Gaet ABG

SAMPANG - Mohammad Dani (24), mahasiswa fakultas hukum asal Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, benar-benar ‘lelananging jagat’, pria yang serakah terhadap perempuan.

menggaet abg

Bayangkan saja. Sudah punya dua istri dan tiga teman selingkuh, tapi masih saja kurang. Untuk memuaskan hasratnya yang menggebu-gebu, ayah tiga anak ini menggaet beberapa gadis ABG.

Parahnya, setiap kali bercinta dengan anak-anak baru gede itu, ia merekam adegan demi adegan menggunakan kamera ponsel dan kamera poket. Hasil rekaman ini, katanya, untuk koleksi dan dilihat sewaktu-waktu sebagai kenangan. Kisah ini mengingatkan kita pada kasus ‘Ariel Peterpan’ yang heboh itu.

Beruntung perbuatan buruk Dani itu terungkap, meski sudah berlangsung selama beberapa bulan. Salah seorang gadis yang baru berumur belasan tahun, melaporkan kejahatan Dani ke Polres Sampang.

Dani yang kini tinggal di rumah bersama nenek, lantaran dua istri dan ibu kandungnya bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, ditangkap polisi, Kamis (29/9).

Saat menggeledah rumah Dani, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa kain lap yang masih lengket dengan sperma dan tumpukan tisu yang bertebaran di bawah tempat tidurnya.

Selain itu juga celana dalam wanita bernoda darah ditemukan di lemari pakaian. Celana ini belum sempat dicuci. Dan juga kamera digital berisi sejumlah adegan hubungan suami istri dengan para korban.

Kepada petugas yang memeriksanya, Dani mengakui semua perbuatannya. Dia menyatakan sengaja merekam adegan 17 tahun ke atas bersama para ABG itu untuk koleksi pribadi, bukan untuk disebarluaskan ke orang lain.

Perbuatan busuk Dani terkuak setelah sejumlah tetangganya mencurigai kebiasaan pria itu membawa gadis-gadis ABG ke rumahnya. Warga kesal karena perbuatan Dani itu dilakukan siang maupun malam dan sudah berlangsung sejak enam bulan lalu.

Kesabaran warga habis, karena Dani tak segera menyadari bahwa perbuatannya itu telah meresahkan warga sekitar. Akhirnya, beberapa hari lalu, sejumlah warga melaporkan perilaku buruk Dani kepada Kepala Desa Apaan, Jailani.

Tetapi, Jailani belum berani bertindak, karena sampai saat itu belum ada korban yang melapor. Apalagi, warga juga belum melihat dengan mata kepala bahwa Dani tengah bercinta dengan gadis-gadis yang diusungnya hampir setiap hari.

Kabar buruk mengenai tingkah laku Dani itu telah menyebar di masyarakat, hingga sampai ke telinga orang tua Mawar (nama samaran) yang melihat anak gadisnya terlihat beberapa kali bersama Dani.

Melihat perilaku anaknya berubah, orangtua gadis berusia 17 tahun ini curiga. Ketika didesak, Mawar mengaku telah beberapa kali berhubungan intim dengan Dani. Gadis ini juga mengakui bahwa adegan-adegan terlarang itu telah direkam dari berbagai sudut.

Awalnya Mawar menolak adegannya difoto. Namun, ia hanya bisa pasrah setelah Dani mengobral rayuan-rayuan mautnya. Kepada Mawar, dan juga para ABG lainnya, Dani mengaku masih bujang. Kepada setiap remaja itu, Dani menyatakan bahwa gadis itu adalah satu-satunya perempuan yang menjadi tambatan hati. Foto dibuat hanya untuk koleksi dan tak akan disebarluaskan.

Saat mendapat laporan dari orangtua Mawar, polisi tidak langsung bertindak. Gadis itu diminta memancing Dani untuk bertemu di sebuah rumah di Desa Aeng Sare, Kecamatan Kota, Sampang. Tanpa curiga, Dani datang mengendarai sepeda motor, kemudian berbincang-bincang dengan Mawar lalu mengajak pergi untuk kembali berhubungan intim. Saat itulah polisi meringkus Dani.

Menurut Uddin, warga Apaan, sebelum kuliah, Dani bekerja di Arab Saudi sebagai TKI bersama dua istri dan ibu kandungnya. Ayah Dani telah meninggal dunia. Karena ingin kuliah, Dani pulang ke Sampang, sedangkan dua istri dan ibunya tetap bekerja di negeri kurma untuk membiayai kuliah Dani.

Namun, Dani yang berambut gondrong dan berpenampilan rapi serta melengkapi diri dengan Yamaha Vixion 2011 ini menyalahgunakan kepercayaan istri dan orangtuanya. “Uang kiriman kedua istri dan ibu kandungnya itu dibuat foya-foya bersama beberapa gadis ABG,” kata Uddin.

Kapolres Sampang AKBP Agus Santoso kepada Surya mengatakan, tersangka akan dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan 2 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus ala Dani banyak terjadi pada para suami yang ditinggal istri bekerja di luar negeri. Awal Agustus 2011 lalu, misalnya, Mino (35), warga Desa Sindurejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ditangkap polisi setelah tepergok meniduri gadis berumur 17 tahun. Ayah satu anak itu tak tahan setelah tiga tahun ditinggal istri bekerja di Arab Saudi.

Demikian pula Sugiyanto, warga Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, ditangkap warga saat berbuat mesum dengan Wiji Lestari, Rabu (20/7). Pria itu juga tak tahan setelah ditinggal istri mencari nafkah sebagai TKW di Hongkong.

Sumber : surya.co.id
Bagikan artikel ini :

1 comments:

Michael Jayavo mengatakan...

Salam kenal gan !

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

 

© Copyright Martins Blog 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.